Tertarik, Bimo mulai membaca dengan rajin. Ia menyadari bahwa banyak metode yang cocok untuk desanya—menanam padi dengan jeda waktu agar air tidak tertukar dengan tambak, mengombinasikan tanaman palawija untuk memperbaiki kesuburan tanah, dan membuat jebakan alami untuk hama. Ia mencatat semuanya dalam buku catatannya, tetapi lebih dari itu, hatinya tersentuh oleh bagian akhir kitab yang membahas hubungan manusia dan tanah: “Tanah memberikan, manusia menjaga. Bukan hanya ilmu yang menumbuhkan hasil, tetapi juga hati yang merawat.”